Wamenekraf: IP Lokal Butuh Dukungan Ekosistem Kreatif Terintegrasi

Table of Contents
Wamenekraf: IP Lokal Butuh Dukungan Ekosistem Kreatif Terintegrasi

BEKASI (NEWS) - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyampaikan bahwa penguatan Intellectual Property (IP) lokal membutuhkan dukungan ekosistem kreatif yang terintegrasi. Menurut dia, menekankan rasa saling memiliki agar IP lokal memiliki nilai secara nasional hingga berkembang ke internasional.

Tantangannya tentu bagaimana kita mampu memperkenalkan, mengelola, dan mengembangkan IP lokal yang bisa dicintai masyarakat secara nasional, termasuk akselerasi IP lokal menjadi sesuatu yang harus dijaga dan bisa bersaing secara global, ujar Wamenekraf Irene.

Ekosistem Kreatif Terintegrasi

Dukungan ekosistem kreatif yang terintergasi mulai dari pemerintah, akademisi, sektor swasta (bisnis), komunitas, media, hingga lembaga keuangan, masing-masing pihak dinilai punya andil untuk terus memperluas ruang tampil (showcase) bagi IP lokal karya generasi bangsa Indonesia biar semakin dikenal publik.

Kolaborasi dan Sinergi

Menurut Irene, Indonesia bukan tidak punya identitas, justru memiliki terlalu banyak identitas yang membuat lintas subsektor harus kompak bersatu dan punya market value. Dengan begitu, IP lokal akan jauh lebih kuat dan berkembang jadi bisnis yang lebih berkelanjutan.

Andrey Noelfry Tarigan dari INFIA Corp juga mengungkapkan pentingnya sebuah IP lokal membangun hubungan langsung dengan audiens dan komunitas sehingga popularitasnya tak sebatas media sosial, tetapi bisa berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan.

Kesimpulan

Wamenekraf Irene menekankan bahwa IP lokal membutuhkan dukungan ekosistem kreatif terintegrasi untuk berkembang dan bersaing secara global. Dengan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, komunitas, media, dan lembaga keuangan, IP lokal dapat menjadi sesuatu yang harus dijaga dan bisa bersaing secara global.

Posting Komentar