TNI AL dan BBKSDA Gagalkan Penyadapan Delapan Satwa di Sorong

Table of Contents
TNI AL dan BBKSDA Gagalkan Penyadapan Delapan Satwa di Sorong

BEKASI (NEWS) - TNI AL bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat Daya berhasil menggagalkan penyelundupan delapan satwa dilindungi di Pelabuhan Umum Sorong pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Bagaimana operasi berlangsung?

Tim patroli gabungan yang terdiri dari personel Denintel, Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Kodaeral XIV Sorong, dan petugas BBKSDA memeriksa kapal penumpang KM Gunung Dempo yang sedang sandar. Dari dek‑4 kapal ditemukan satu ekor burung kasturi kepala hitam yang dipegang penumpang, sementara lima ekor lainnya ditemukan di dek‑5 tanpa pemilik yang jelas. Dua ekor kakatua jambul kuning terdeteksi lewat pemindai sinar‑X saat seorang buruh hendak naik ke kapal, namun pemiliknya melarikan diri.

Apa saja satwa yang diamankan?

  • Enam ekor burung kasturi kepala hitam
  • Dua ekor kakatua jambul kuning

Kenapa penyelundupan ini penting dicegah?

Laksamana Muda TNI Djatmoko menekankan bahwa melindungi satwa dilindungi merupakan bagian krusial dalam memerangi perdagangan ilegal dan menjaga keanekaragaman hayati Indonesia, khususnya di wilayah perairan timur.

Dimana satwa akan diproses?

Setelah kapal melanjutkan pelayaran ke Ambon, Bau‑Bau, Makassar, Surabaya, dan Jakarta, semua satwa diserahkan ke Kantor Bidang KSDA Wilayah I Sorong untuk pendataan dan identifikasi.

Kapan operasi serupa dilakukan?

Patroli gabungan ini juga berhasil menggagalkan penyelundupan satwa dan ratusan kilogram kayu gaharu dari kapal penumpang pada Kamis, 14 Mei 2026.

FAQ

  • Apa yang dimaksud satwa dilindungi? Satwa yang termasuk dalam daftar konservasi pemerintah dan dilarang diperdagangkan tanpa izin.
  • Bagaimana pihak berwenang menindak pelanggaran? Satwa yang ditemukan disita, kemudian diproses secara hukum dan dikembalikan ke institusi konservasi.
  • Apakah ada hukuman bagi pelaku? Pelaku dapat dikenai sanksi pidana sesuai Undang‑Undang Perdagangan Satwa Liar.

Ayo Dukung Upaya Konservasi

Jangan lewatkan informasi penting lainnya, kunjungi ANTARA News untuk update terbaru.

Posting Komentar