GBK Catat Pendapatan Rp812 Miliar, Perkuat Optimalisasi Aset Negara

Table of Contents
GBK Catat Pendapatan Rp812 Miliar, Perkuat Optimalisasi Aset Negara

BEKASI (NEWS) - Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) mencatat pendapatan sebesar Rp812 miliar sepanjang 2025. Capaian ini merupakan komitmen dalam memperkuat optimalisasi pemanfaatan aset negara.

Menurut Direktur Utama PPKGBK Rakhmadi A. Kusumo, pendapatan tersebut menjadi pendapatan tertinggi dalam 63 tahun pengelolaan kawasan GBK sekaligus menandai sejarah baru bagi pengelolaan aset negara itu.

Rakhmadi mengatakan bahwa capaian tersebut juga merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran, dukungan pemerintah, mitra, pengguna kawasan, dan masyarakat.

Capaian Pendapatan

Pendapatan GBK pada 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode pascapandemi COVID-19. Pada 2022, pendapatan GBK tercatat sebesar Rp255 miliar, yang berarti pendapatan 2025 meningkat hampir empat kali lipat dalam kurun tiga tahun.

Optimalisasi Aset Negara

Capaian itu juga dinilai semakin memperkuat momentum optimalisasi aset negara, termasuk melalui penataan Blok 15 yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi dan manfaat yang lebih besar bagi negara serta masyarakat.

PPKGBK berharap kinerja positif tersebut dapat semakin diperkuat melalui penataan dan optimalisasi Blok 15. PPKGBK memandang penataan Blok 15 sebagai bagian penting dari agenda optimalisasi aset negara di kawasan GBK.

Koordinasi dengan Pemerintah

Proses penataan Blok 15 diharapkan dapat memperkuat fungsi kawasan GBK sebagai pusat olahraga, ruang publik, kegiatan nasional, MICE, rekreasi, serta aktivitas ekonomi yang sehat dan terukur.

Dalam pelaksanaannya, PPKGBK berkoordinasi dengan Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Keuangan, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Kepolisian, TNI, dan unsur terkait lainnya.

Koordinasi itu dilakukan agar seluruh proses terkait Blok 15 berjalan tertib, aman, terukur, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Posting Komentar